Katalog bukan hanya daftar foto. Untuk reseller, katalog adalah alat kerja yang membantu menjawab pertanyaan pembeli, mengurangi kesalahan pesanan, dan menjaga informasi harga tetap konsisten.
Gunakan satu kode untuk satu identitas produk
SKU atau kode produk membuat komunikasi lebih singkat. Ketika pembeli menyebut kode, reseller dapat langsung mencocokkan foto, varian, stok, harga, dan catatan produk tanpa bergantung pada nama yang mungkin mirip.
Pisahkan harga retail dan harga reseller
Jika bisnis memiliki dua tingkat harga, tampilkan aturan dengan jelas. Harga reseller sebaiknya disertai minimum pembelian atau syarat lain bila memang berlaku. Hindari harga yang ambigu karena dapat menimbulkan perbedaan informasi antara admin, reseller, dan pembeli.
Tampilkan stok dan varian secara terstruktur
Warna dan ukuran sebaiknya ditulis dengan format yang konsisten. Jika stok berubah cepat, gunakan sistem yang mudah diperbarui atau tautkan katalog ke dashboard yang menjadi sumber data utama.
Berikan detail yang membantu penjualan
Katalog yang baik memuat foto, ukuran, bahan, berat, cara perawatan, dan informasi pengiriman. Reseller akan lebih mudah membuat konten atau menjawab pertanyaan pelanggan apabila data tersebut tersedia sejak awal.
Buat versi katalog untuk kebutuhan berbeda
Katalog internal reseller dapat menampilkan harga khusus dan informasi margin, sedangkan katalog publik cukup memuat harga retail dan informasi konsumen. Pemisahan ini membantu menjaga struktur harga.
Tetapkan jadwal pembaruan
Produk baru, perubahan stok, perubahan harga, atau promo harus diperbarui pada satu sumber terlebih dahulu. Setelah itu barulah informasi disebarkan ke marketplace dan sosial media. Cara ini mengurangi risiko informasi yang berbeda antar kanal.
Katalog yang terstruktur membuat proses jual beli lebih cepat. Selain meningkatkan tampilan profesional, katalog yang baik juga mengurangi pekerjaan admin karena reseller memiliki sumber informasi yang jelas.
Semua Artikel